Sabtu, 07 Juli 2012

Masa-masa Kuliah


My class in the first semester
B's family


@kepanjen 
Narsis @HIMA

HIMAPRODI PEBASIS


Geng UNO

Jumat, 06 Juli 2012

Indahnya Kebersamaan

tawa bersama
Canda tawa kita kan terkenang sampai nanti :)
Masa putih abu-abu ..
Masa yang selalu ku rindu...













Ingatkah kau tentang Charly's Angel gadungan?? 

mibhye in action

girls
Aku tak bisa melupakan masa-masa terindah dalam hidupku. Masa SMA yang terasa singkat itu mampu menyita perhatianku. Dahulu aku tak percaya ketika orang berkata bahwa masa terindah adalah masa-masa SMA. Namun setelah aku lewati, kini aku percaya dan sangat percaya akan hal itu. Aku tak bisa menemukan dan merasakan hal seindah itu. Mungkin sekarang aku masih bisa menemukan pertemanan, namun tak bisa bertingkah ke kanak-kanakan layaknya SMA dulu. I'll always miss that day when we went to make an adventure. You are all my beloved friends will never ending in my heart. I can't forget all of the things that we've done together in happiness or in sadness. We are MIBHYE... The wonderful thing that I ever have. Love you friends. :)

IBU


IBU
Hari ini pikiranku tiba-tiba melayang membayangkan kelak aku menjadi seorang ibu. Betapa bahagianya aku nanti. Mendengar anakku kelak berceloteh dengan polosnya dan memanggilku “Ibu”. Semoga kelak aku masih diberi kesempatan menjadi seorang ibu yang bisa mendidik anak-anakku menjadi pribadi yang taat. Kini aku juga teringat pada ibuku, yang telah merawatku hingga aku sekarang berada disini telah melewati masa-masa kanak-kanakku yang indah. Aku tak habis pikir waktu memang berjalan. Kasih sayang seorang ibu yang selalu menghangatkan aku. Meski ia tak selalu mengungkapkannya dengan kata-kata aku selalu bisa merasakan kasih sayangnya dari do’a yang selalu mengalun indah dari mulutnya. Ingin rasanya aku memeluknya dan berucap ampunan serta rasa terimaksih yang amat dalam. Kasih sayangna takkan tergantikan oleh apapun. Terimakasihku akan selalu mengalun dari bibirku. Kasih sayang yang kau tumpahkan begitu besar. Kaulah ibuku, segalanya bagiku. Aku tak tahu jika nanti kau akan pergi meninggalkan aku atau aku yang akan meninggalkanmu dulu sebelum aku membuatmu bahagia. Janganlah pernah redup dalam menyinariku yang terkadang lupa akan keberadaanmu. Aku anakmu yang selalu menggores luka tanpa sadar. Ibu, pintu maafmu semoga selalu terbuka untuk anak yang telah kau besarkan ini. Terangilah langkahku yang sedang meraba di tengah kegelapan ini dalam menuju gerbang masa depan. Aku sadar tanpamu aku bukan apa-apa. Kaulah ibuku, ibuku yang penuh pengorbanan untuk berjuang membawaku ke dalam dunia ini. Mungkin selama ini aku tak sadar seberapa besarkah perjuanganmu selama ini. Namun sekarang aku mulai merasakan  karena  aku telah beranjak dewasa dan sudah mulai berangan menjadi seorang ibu. Semoga aku bisa menjadi ibu yang bisa membawa keluarga ku kelak menuju surga yang indah. Ibu, Ibu, Ibu… kau adalah segalanya . jangan pernah tinggalkan aku sebelum aku bisa membahagiakanmu.
Terimakasih ibu…

Biarlah Takdir yang Berbicara

Harus ku sebut apa ini? Luka? Aku juga tak tau pastinya. Aku semakin tak bisa membohongi diriku. Aku merasa tersiksa dengan keadaanku sekarang. Aku ingin menangis jika aku teringat akan semua yang harus aku pertimbangkan. Andai saja aku dahulu di berikan pilihan.Aku takkan pernah mau mengalami hal ini. Namun sayangnya kehidupan itu mengalir, tak bisa di tebak. Sekarang aku pun tak tau harus bagaimana. Ingin sekali aku pergi dari kehidupan kita saat ini. Tapi aku berat karena saat aku meninggalkan ini semua belum tentu aku akan menemukan yang lebih baik. Bagiku ini sangat sulit. Kisah ini sebenarnya seperti apa, aku juga masih menerka. Aku merasa di permainkan oleh perasaanku dan tingkahnya. 
love
my feeling
Hari ini aku berfikir lagi, apakah aku akan mempertahankan rasa ini atau mencoba mencari yang lain? Sepertinya aku harus mengalihkan rasa ini. Tapi saat ini sangat sulit bagiku membalikkan rasa dengan keadaanku yang seperti ini. Ingin sekali aku berteriak dengan lantang bahwa aku menyayanginya. Namun aku tau itu tidaklah mungkin. Sebenarnya aku juga ingin tau apa yang dia rasakan. Apakah dia juga pernah merasakan apa yang aku rasakan? Aku takkan kecewa jika memang jawabannya tidak. Karena aku sudah berjanji pada diriku bahwa semua yang aku inginkan takkan selalu menjadi milikku. Biarlah aku hidup dengan luka yang satu ini. Aku masih menunggu jika ada waktu dan kesempatan bagiku. Jika tidak ada, berarti dia bukanlah tercipta untukku. 
Menyayangi dalam diam untuk saat ini mungkin tepat. Namun lebih tepat lagi jika aku meninggalkan semua rasa tentangnya. Aku harus bisa mengalihkan perhatianku. Semoga aku bisa mengubah luka ini menjadi bahagia. Jika kau untukku, Tuhan takkan menjauhkan kita. Aku percaya itu. Selamat tinggal rasaku untukmu. Biarlah takdir yang berbicara.