Jumat, 27 Juli 2012
Sabtu, 07 Juli 2012
Jumat, 06 Juli 2012
Indahnya Kebersamaan
| tawa bersama |
Masa putih abu-abu ..
Masa yang selalu ku rindu...
![]() |
| Ingatkah kau tentang Charly's Angel gadungan?? |
| mibhye in action |
| girls |
IBU
IBU
Hari ini pikiranku tiba-tiba melayang
membayangkan kelak aku menjadi seorang ibu. Betapa bahagianya aku nanti.
Mendengar anakku kelak berceloteh dengan polosnya dan memanggilku “Ibu”. Semoga
kelak aku masih diberi kesempatan menjadi seorang ibu yang bisa mendidik
anak-anakku menjadi pribadi yang taat. Kini aku juga teringat pada ibuku, yang
telah merawatku hingga aku sekarang berada disini telah melewati masa-masa
kanak-kanakku yang indah. Aku tak habis pikir waktu memang berjalan. Kasih sayang
seorang ibu yang selalu menghangatkan aku. Meski ia tak selalu mengungkapkannya
dengan kata-kata aku selalu bisa merasakan kasih sayangnya dari do’a yang
selalu mengalun indah dari mulutnya. Ingin rasanya aku memeluknya dan berucap
ampunan serta rasa terimaksih yang amat dalam. Kasih sayangna takkan
tergantikan oleh apapun. Terimakasihku akan selalu mengalun dari bibirku. Kasih
sayang yang kau tumpahkan begitu besar. Kaulah ibuku, segalanya bagiku. Aku tak
tahu jika nanti kau akan pergi meninggalkan aku atau aku yang akan meninggalkanmu
dulu sebelum aku membuatmu bahagia. Janganlah pernah redup dalam menyinariku
yang terkadang lupa akan keberadaanmu. Aku anakmu yang selalu menggores luka
tanpa sadar. Ibu, pintu maafmu semoga selalu terbuka untuk anak yang telah kau besarkan
ini. Terangilah langkahku yang sedang meraba di tengah kegelapan ini dalam
menuju gerbang masa depan. Aku sadar tanpamu aku bukan apa-apa. Kaulah ibuku,
ibuku yang penuh pengorbanan untuk berjuang membawaku ke dalam dunia ini.
Mungkin selama ini aku tak sadar seberapa besarkah perjuanganmu selama ini. Namun
sekarang aku mulai merasakan karena aku telah beranjak dewasa dan sudah mulai
berangan menjadi seorang ibu. Semoga aku bisa menjadi ibu yang bisa membawa
keluarga ku kelak menuju surga yang indah. Ibu, Ibu, Ibu… kau adalah segalanya
. jangan pernah tinggalkan aku sebelum aku bisa membahagiakanmu.
Terimakasih ibu…
Biarlah Takdir yang Berbicara
Harus ku sebut apa ini? Luka? Aku juga tak tau pastinya. Aku semakin tak bisa membohongi diriku. Aku merasa tersiksa dengan keadaanku sekarang. Aku ingin menangis jika aku teringat akan semua yang harus aku pertimbangkan. Andai saja aku dahulu di berikan pilihan.Aku takkan pernah mau mengalami hal ini. Namun sayangnya kehidupan itu mengalir, tak bisa di tebak. Sekarang aku pun tak tau harus bagaimana. Ingin sekali aku pergi dari kehidupan kita saat ini. Tapi aku berat karena saat aku meninggalkan ini semua belum tentu aku akan menemukan yang lebih baik. Bagiku ini sangat sulit. Kisah ini sebenarnya seperti apa, aku juga masih menerka. Aku merasa di permainkan oleh perasaanku dan tingkahnya.
![]() |
| my feeling |
Hari ini aku berfikir lagi, apakah aku akan mempertahankan rasa ini atau mencoba mencari yang lain? Sepertinya aku harus mengalihkan rasa ini. Tapi saat ini sangat sulit bagiku membalikkan rasa dengan keadaanku yang seperti ini. Ingin sekali aku berteriak dengan lantang bahwa aku menyayanginya. Namun aku tau itu tidaklah mungkin. Sebenarnya aku juga ingin tau apa yang dia rasakan. Apakah dia juga pernah merasakan apa yang aku rasakan? Aku takkan kecewa jika memang jawabannya tidak. Karena aku sudah berjanji pada diriku bahwa semua yang aku inginkan takkan selalu menjadi milikku. Biarlah aku hidup dengan luka yang satu ini. Aku masih menunggu jika ada waktu dan kesempatan bagiku. Jika tidak ada, berarti dia bukanlah tercipta untukku.
Menyayangi dalam diam untuk saat ini mungkin tepat. Namun lebih tepat lagi jika aku meninggalkan semua rasa tentangnya. Aku harus bisa mengalihkan perhatianku. Semoga aku bisa mengubah luka ini menjadi bahagia. Jika kau untukku, Tuhan takkan menjauhkan kita. Aku percaya itu. Selamat tinggal rasaku untukmu. Biarlah takdir yang berbicara.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)









