Harus ku sebut apa ini? Luka? Aku juga tak tau pastinya. Aku semakin tak bisa membohongi diriku. Aku merasa tersiksa dengan keadaanku sekarang. Aku ingin menangis jika aku teringat akan semua yang harus aku pertimbangkan. Andai saja aku dahulu di berikan pilihan.Aku takkan pernah mau mengalami hal ini. Namun sayangnya kehidupan itu mengalir, tak bisa di tebak. Sekarang aku pun tak tau harus bagaimana. Ingin sekali aku pergi dari kehidupan kita saat ini. Tapi aku berat karena saat aku meninggalkan ini semua belum tentu aku akan menemukan yang lebih baik. Bagiku ini sangat sulit. Kisah ini sebenarnya seperti apa, aku juga masih menerka. Aku merasa di permainkan oleh perasaanku dan tingkahnya.
![]() |
| my feeling |
Hari ini aku berfikir lagi, apakah aku akan mempertahankan rasa ini atau mencoba mencari yang lain? Sepertinya aku harus mengalihkan rasa ini. Tapi saat ini sangat sulit bagiku membalikkan rasa dengan keadaanku yang seperti ini. Ingin sekali aku berteriak dengan lantang bahwa aku menyayanginya. Namun aku tau itu tidaklah mungkin. Sebenarnya aku juga ingin tau apa yang dia rasakan. Apakah dia juga pernah merasakan apa yang aku rasakan? Aku takkan kecewa jika memang jawabannya tidak. Karena aku sudah berjanji pada diriku bahwa semua yang aku inginkan takkan selalu menjadi milikku. Biarlah aku hidup dengan luka yang satu ini. Aku masih menunggu jika ada waktu dan kesempatan bagiku. Jika tidak ada, berarti dia bukanlah tercipta untukku.
Menyayangi dalam diam untuk saat ini mungkin tepat. Namun lebih tepat lagi jika aku meninggalkan semua rasa tentangnya. Aku harus bisa mengalihkan perhatianku. Semoga aku bisa mengubah luka ini menjadi bahagia. Jika kau untukku, Tuhan takkan menjauhkan kita. Aku percaya itu. Selamat tinggal rasaku untukmu. Biarlah takdir yang berbicara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar