Jumat, 06 Juli 2012

IBU


IBU
Hari ini pikiranku tiba-tiba melayang membayangkan kelak aku menjadi seorang ibu. Betapa bahagianya aku nanti. Mendengar anakku kelak berceloteh dengan polosnya dan memanggilku “Ibu”. Semoga kelak aku masih diberi kesempatan menjadi seorang ibu yang bisa mendidik anak-anakku menjadi pribadi yang taat. Kini aku juga teringat pada ibuku, yang telah merawatku hingga aku sekarang berada disini telah melewati masa-masa kanak-kanakku yang indah. Aku tak habis pikir waktu memang berjalan. Kasih sayang seorang ibu yang selalu menghangatkan aku. Meski ia tak selalu mengungkapkannya dengan kata-kata aku selalu bisa merasakan kasih sayangnya dari do’a yang selalu mengalun indah dari mulutnya. Ingin rasanya aku memeluknya dan berucap ampunan serta rasa terimaksih yang amat dalam. Kasih sayangna takkan tergantikan oleh apapun. Terimakasihku akan selalu mengalun dari bibirku. Kasih sayang yang kau tumpahkan begitu besar. Kaulah ibuku, segalanya bagiku. Aku tak tahu jika nanti kau akan pergi meninggalkan aku atau aku yang akan meninggalkanmu dulu sebelum aku membuatmu bahagia. Janganlah pernah redup dalam menyinariku yang terkadang lupa akan keberadaanmu. Aku anakmu yang selalu menggores luka tanpa sadar. Ibu, pintu maafmu semoga selalu terbuka untuk anak yang telah kau besarkan ini. Terangilah langkahku yang sedang meraba di tengah kegelapan ini dalam menuju gerbang masa depan. Aku sadar tanpamu aku bukan apa-apa. Kaulah ibuku, ibuku yang penuh pengorbanan untuk berjuang membawaku ke dalam dunia ini. Mungkin selama ini aku tak sadar seberapa besarkah perjuanganmu selama ini. Namun sekarang aku mulai merasakan  karena  aku telah beranjak dewasa dan sudah mulai berangan menjadi seorang ibu. Semoga aku bisa menjadi ibu yang bisa membawa keluarga ku kelak menuju surga yang indah. Ibu, Ibu, Ibu… kau adalah segalanya . jangan pernah tinggalkan aku sebelum aku bisa membahagiakanmu.
Terimakasih ibu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar