IBU
Hari ini pikiranku tiba-tiba melayang
membayangkan kelak aku menjadi seorang ibu. Betapa bahagianya aku nanti.
Mendengar anakku kelak berceloteh dengan polosnya dan memanggilku “Ibu”. Semoga
kelak aku masih diberi kesempatan menjadi seorang ibu yang bisa mendidik
anak-anakku menjadi pribadi yang taat. Kini aku juga teringat pada ibuku, yang
telah merawatku hingga aku sekarang berada disini telah melewati masa-masa
kanak-kanakku yang indah. Aku tak habis pikir waktu memang berjalan. Kasih sayang
seorang ibu yang selalu menghangatkan aku. Meski ia tak selalu mengungkapkannya
dengan kata-kata aku selalu bisa merasakan kasih sayangnya dari do’a yang
selalu mengalun indah dari mulutnya. Ingin rasanya aku memeluknya dan berucap
ampunan serta rasa terimaksih yang amat dalam. Kasih sayangna takkan
tergantikan oleh apapun. Terimakasihku akan selalu mengalun dari bibirku. Kasih
sayang yang kau tumpahkan begitu besar. Kaulah ibuku, segalanya bagiku. Aku tak
tahu jika nanti kau akan pergi meninggalkan aku atau aku yang akan meninggalkanmu
dulu sebelum aku membuatmu bahagia. Janganlah pernah redup dalam menyinariku
yang terkadang lupa akan keberadaanmu. Aku anakmu yang selalu menggores luka
tanpa sadar. Ibu, pintu maafmu semoga selalu terbuka untuk anak yang telah kau besarkan
ini. Terangilah langkahku yang sedang meraba di tengah kegelapan ini dalam
menuju gerbang masa depan. Aku sadar tanpamu aku bukan apa-apa. Kaulah ibuku,
ibuku yang penuh pengorbanan untuk berjuang membawaku ke dalam dunia ini.
Mungkin selama ini aku tak sadar seberapa besarkah perjuanganmu selama ini. Namun
sekarang aku mulai merasakan karena aku telah beranjak dewasa dan sudah mulai
berangan menjadi seorang ibu. Semoga aku bisa menjadi ibu yang bisa membawa
keluarga ku kelak menuju surga yang indah. Ibu, Ibu, Ibu… kau adalah segalanya
. jangan pernah tinggalkan aku sebelum aku bisa membahagiakanmu.
Terimakasih ibu…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar